Ketahui penyebab gejala dari demam tifoid

impermanencyxlv
impermanencyxlv
December 14, 2019

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang terjadi pada saluran pencernaan manusia (terutama usus halus) yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Meskipun pada kenyataaannya nanti ada fase di mana bakteri penyebab bisa menyebar ke aliran darah bahkan sampai ke tulang. Gejala demam tifoid berangsur-angsur akan muncul setelah seseorang terinfeksi kuman selama satu sampai dua minggu.

Gejala demam tifoid dapat berupa gejala sistemik (umum) dan gejala pada saluran pencernaan.[1] Tifus (tipes) atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii. Penyakit tersebut dapat menular dengan cepat, umumnya melalui konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi tinja yang mengandung bakteri Salmonella typhii. Pada kasus yang jarang terjadi, penularan tifus dapat terjadi karena terpapar urine yang sudah terinfeksi bakteri Salmonella typhii.

Dalam hal ini, anak-anak lebih sering terserang tifus karena belum sempurnanya sistem kekebalan tubuh. Hampir 100.000 penduduk Indonesia terjangkit penyakit tifus tiap tahunnya. Oleh sebab itu, penyakit tifus dinyatakan sebagai penyakit endemik yang bisa dikatakan masalah kesehatan serius yang terdapat di dalam negeri. Jika tidak segera ditangani dengan baik, diperkirakan tiap satu dari lima orang akan meninggal karena tifus. Selain itu, tifus juga berisiko menimbulkan komplikasi. Sanitasi yang buruk dan keterbatasan akses air bersih, adalah penyebab utama berkembangnya penyakit tifus.

Penanganan penyakit tifus adalah melalui pemberian obat antibiotik. Pengobatan bisa dilakukan di rumah atau perlu dilakukan di rumah sakit, akan bergantung pada tingkat keparahan penyakit.  Untuk mencegah tifus kita bisa berikan vaksin tifoid, dimana vaksin tersebut termasuk imunisasi yang dianjurkan oleh pemerintah yang sering kali terjadidi Indonesia, namun belum termasuk ke dalam kategori wajib. Vaksin tifoid diberikan kepada anak-anak berusia lebih dari 2 tahun, dan diulang tiap tiga tahun. Akan tetapi vaksin tifoid ini tidak menjamin perlindungan 100 persen terhadap infeksi tifus. Anak yang sudah diimunisasi tifoid pun tetap dapat terinfeksi, namun tingkat infeksinya tidak seberat pada pasien yang belum pernah mendapatkan vaksin tifoid. Vaksinasi juga sangat dianjurkan bagi orang yang ingin bekerja atau bepergian ke daerah yang banyak kasus penyebaran tifus. Tindakan pencegahan lain yang perlu dilakukan adalah memerhatikan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi, misalnya dengan menghindari makan di tempat terbuka yang mudah terpapar bakteri.[2] “dilansir dari Hellosehat” Berikut ketahui beberapa gejala demam tifoid yang harus diketahui, diantaranya:

  • Demam yang meningkat setiap hari hingga mencapai 40,5 derajat celcius
    • Sakit kepala
    • Lemah dan lelah
    • Nyeri otot
    • Berkeringat
    • Batuk kering
    • Kehilangan nafsu makan dan menurunkan berat badan
    • Sakit perut
    • Diare atau sembelit
    • Ruam
    • Perut yang membengkak

Kemungkinan juga ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter. Namun, ada beberapa gejala seperti mengigau dan berbearing lemah dengan mata setengah tertutup adalah suatu gejala yang diharuskan mendapatkan penanganan secara tepat, karena dimasa kritis tersebut kita bisa mengalami beberapa komplikasi yang dapat mengancam jiwa. Gejala dan tanda tersebut dapat kembali muncul dalam waktu dua minggu ketika demam mereda. Beberapa penyebab gejala demam tifoid  yang perlu diwaspadai adalah salmonella typhi, yang disebarkan melalui:

  • Orang yang pernah terinfeksi

Sebagian orang yang sembuh dari demam tifoid bisa menyimpan bakteri ini dalam saluran usus atau kantong empedunya. Bakteri ini bahkan bisa tersimpan hingga bertahun-tahun lamanya. Golongan orang ini disebut sebagai pembawa kronis karena bisa menginfeksi orang lain meski tidak lagi memiliki tanda dan gejala penyakitnya.

  • Feses dan urine

Bakteri Salmonella typhi biasanya disebarkan melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi. Namun terkadang, bakteri ini juga menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang telah terinfeksi.

Di negara berkembang, sebagian besar masalah ini muncul akibat air minum yang terkontaminasi dan sanitasi yang buruk.


[1] Sumber referensi Honestdocs.com

[2] Sumber referensi Alodokter.com

Uncategorized

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *